Senin, 05 Agustus 2013

nothing



Dear land,

entahlah... lagi-lagi perasaan itu menyusup perlahan di tengah tarikan nafas yang terasa berat. ya, lagi-lagi aku merindukanmu.

dimana kamu? masih ada di depanku. masih tertawa bersamaku. tapi...itu bukan lagi tentang kita.

rinai-rinai hujan menjadi belenggu, dimana perasaan damai itu menyusup perlahan dan aku terbuai oleh rindu yang tak bisa kuungkapkan.

siapa kamu? entahlah... kadang hati dan pikiran tak sejalan.

aku...masih menunggu.
entah sampai kapan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar